Second Day

23 July 2014                                                                                      25 Ramadhan 1435 H


"percayalah kasih...cinta tak harus memiliki..walau kau dengannya.namun ku yakin hatimu untukku.. percayalah kasih...cinta tak harus memiliki..walau kau coba lupakan aku.. tapi ku kan slalu ada untukmu....." Ecoutez yang diputer GenFM membuatku melupakan sekelilingku pagi ini. Melupakan apa yang terjadi kemarin , melupakan kekacauan yang terjadi karena pemilu kemarin. 

Dan akhirnya pengumungan pemilu pun digelar, dengan hasil pasangan Capres-Cawapres Jokowi - JK keluar sebagai pemenangnya. Pasangan Prabowo-Hatta yang menjadi rival Capres-Cawapress Jokowi-JK tidak menerima atas kekalahan tersebut. Berbagai aksi dilakukan oleh para pendukung Prabowo-Hatta yang menolak kemenangan Capres-Cawapres Jokowi-JK, mulai dari aksi Prabowo-Hatta yang meninggalkan tempat sidang perhitungan KPU diikuti oleh seluruh koalisinya, sampai para massa yang turun ke jalanan menyebebakan kondisi semakin rusuh. Para karyawan yang bekerja di daerah-daerah rawan rusun tidak berani menapaki diri dikantor mereka masing-masing. Sampai karyawan-karyawan yang sudah sampe kantor pun dipulangkan. seperti yang terjadi dikantor ku kemarin. Kami pun dipulangkan setengah hari.  Takut akan kejadian yang tidak terduga.  
  
Namun sebegitu kacau keadaan kemarin, aku malah males pulang kerumah, males ketemu dia, males menghadapi dia lagi. Aku ga tau harus kemana, aku ngerasa ga punya siapa-siapa. Aku ga mau ngerepotin temen-temenku, aku ga mau ngebebanin orang lain dengan apa yang aku alami.
Aku tau Allah akan menuntuku. dan Allah akan menyelamatkanku. Setelah selesai solat Ashar, aku pun memantapkan hati pergi ke tempat temenku. Aku sadar bahkan kalau aku hilang pun dia ga akan nyariin aku.
End then , aku ga pulang , aku nginep di tempat temenku.

Hujan turun dengan derasnya, malam pun mencekam, dinginnya menusuk hingga ke tulang. Malam semakin larut. Walau ku coba pejamkan mata tapi hati dan fikiranku tidak bisa berhenti berselancar. Kulihat disebelahku Mba Berta pun sudah tidur dengan nyenyaknya. " Pasti kecapean ngedengerin ceritaku yang bahkan ga penting, makasih ya mba" ucapku lirih. Aku sadar aku ga cerita sepenuhnya sama dia tapi aku juga ga mau membebani fikirannya. Dia juga lagi banyak fikiran. Rencananya yang mau nikah taun depan pasti menyita banyak fikiran. Apalagi dia akan mulai nyicil rumah tahun ini. Hatiku ada sedikit iri dan membuatku sadar, aku harus memacu diri agar lebih semangat lagi. Mba Berta benar, kami orang rantauan, mencari kehidupan dinegrei orang lain. " Kita harus maju, kita ga boleh nyerah, kita juga ga boleh mengorbankan sesuatu untuk hal yang ga penting. Hidup di negeri orang itu susah de" kata-kata itu terus menari-nari dikepalaku. Membuat aku sulit tertidur. Ingin ku jawab kata-kata itu tapi aku ga bisa. Kata-kata ku serasa berat melewati kerongkonganku. Kembali ku Dia muncul di fikiranku, betapa jahatnya Dia. Bahkan sampai jam seginipun dia belum mencariku. Aku sadar dia ga akan pernah mencariku. Bahkan dia tidak mengaggapku sama sekali. Apa yang aku lakukan selama ini, mengejar-ngejar orang yang bahkan tidak mencintaiku? Mengorbankan semua hati dan fikiranku untuk orang yang jelas-jelas tidak ingin memilikiku ? 
Aku memang banyak salah selama ini, teralalu banyak salah bahkan dan dia terus memaafkanku. Mencoba menerimaku lagi. Tapi aku tidak pernah merasa diperlakukan seperti layaknya seorang kekasih. Terkadang memang aku merasa disayangi. merasa dibutuhkan. Tapi saat-saat aku melakukan kesalahan aku merasa jadi orang yang paling salah didunia. orang yang paling bodoh diseluruh dunia. Bahkan mungkin di seluruh alam semesta ini. Dan aku ga tau harus gimana. Aku sadar mungkin selama ini dia tidak mengenalkan aku ke temen-temennya mungkin dia malu, malu punya hubungan dengan orang seperti aku. Aku orang yang tidak cantik , bodoh jelek. bahkan mungkin sejelek-jeleknya manusia ada diaku. Tapi aku berusaha untuk tampil sempurna dihadapan dia. berusaha untuk membahagiakan dia. berusaha untuk membuat dia nyaman. seperti apa yang terus dia tuntut ke aku. Dan selama ini aku sudah mencoba semua hal itu. dan berharap bahwa dia akan berubah. Tapi apa bahkan untuk mengerti perasaanku sedikitpun dia tidak pernah. Saat aku sedih, saat aku butuh dia, saat aku pengen dia ada disampingku. dia tidak pernah ada. Tapi aku selalu terima itu. Selalu terima apapun yang dia lakukan. Bahkan dia tidak pernah salah dimataku. Tapi aku selalu salah dimata dia. sedikitpun aku ngelakuin salah selalu fatal dimata dia. 
Dia baca bbm ku dengan teman-teman ku dan ada beberapa laki-laki. padahal aku cuma bercanda , iseng ga pernah lebih.Aku tau aku salah, dan aku sangat mengerti kalau dia marah. Tapi apa dengan seperti itu dia berhak membalas lebih kejam dari itu. Bahkan yang dia lakuin sebelumnya pun lebih parah. Tapi aku terima. sedangkan aku, aku cuma becanda iseng. bahkan mungkin kebetulan hari itu atau entah hari apa aku bbman sama orang-orang itu. Dia sudah cap aku yang tidak tidak. Dia menghukumku dengan keputusan yang memberatkan dia sendiri. kebahagiaan dia sendiri. Kesenangan dia sendiri. 
Air mataku jatuh membasahi bantalku. Tak terasa jam sudah meunjukkan jam 1 malam, Aku harus tidur , aku harus bangun Saur. "aku harus coba tidur" ucapku. Sebelum tidur aku sempat mengaktifkan hpku, semua bb dan sms dari teman-temanku pada masuk, tapi ga ada yang aku balas. dan Dia, mungkin dia baru sadar bahwa aku ga pulang. whatsapp  aku, tapi aku juga ga balas, entah kenapa aku males bacanya. aku ga mau balesnya. penghianatannya begitu membuatku sakit. Dengan hati yang terus mencoba tenang. aku tidur, setelah solat subuh tanpa saur. 


Aku pernah jadi malaikatmu.

Menjaga kamu slalu.

Dari hari burukmu.

Dulu Akulah penyelamatmu.

Pelindung dalam jiwamu.

Ohh Slalu ada untukmu.

Firasatku berkata tuk jauh darimu.

Lalu ku temui kamu.

Tak kusangka kamu ada didepanku bermain cinta.

Reff :

Terang saja terliat dimataku.

Kau peluk dia jelas didepanku.

Apa kamu lupa pengorbananku.

Kamu terlalu jahat melakukan diriku sekejam ini.

Lebih baik ku sendiri.



Aku pernah jadi malaikatmu.

Menjaga kamu slalu.

Ohh dari hari burukmu ohh ohh.



Reff :

Terang saja terlihat dimataku.

Penghianatan ada didepanku.

Bagaimana kini ku kan percaya.

Kamu terlalu jahat melakukan diriku sekejam ini.

Lebih baik ku sendiri.oohhhh



Terang saja ku lepaskan cintamu.

Kau peluk dia jelas didepanku.

Apa kamu lupa pengorbananku.

Kamu terlalu jahat melakukan diriku sekejam ini.

Lebih baik ku sendiri.

Ooohhhh

Lebih baik ku sendiri
      


Komentar